Pintu Hati Yang Terbuka Lagi

0
167
views

aloha! pengen updates foto-foto tapi lagi cari waktu yang tepat. but promise I’ll submit the photos soon 🙂

Yang jelas, begini.
Beberapa hari yang lalu, gue mengalami fase ‘kosong’. Waktu itu minggu ulangan umum. Di minggu yang penting itu, gue sempet tidak masuk sekolah 2 hari. Gue stress. Stress belajar. Banyak materi yang ketinggalan, buku aja robek sana-sini. Kalau gue buka buku pelajaran, gue akan mengernyitkan dahi dan berkata dalam hati, ‘apaan nih?!’

Gue nyesel, kenapa semester ini gue malah cabut-cabut-cabut-cabut kayak orang gak punya masa depan? Ke perpustakaan, ke kelas-kelas kosong, ke kantin, ngeles ngepot ngesot ke guru-guru kalau ditanya dan dituduh, cuek kalau nilai jelek, pokoknya balik lagi kaya waktu gue kelas 8. Kosong banget rasanya 2 hari gue bolos itu. ‘Mau-jadi-apa-gue’ adalah pertanyaan yang terus gue tanyakan ke diri gue sendiri pada masa-masa itu.

Dan minggu lalu, di minggu ulangan umum itu, gue sadar 1 hal : gue punya tanggung jawab disini. Gue pelajar. Gue mungkin berhak untuk hura-hura, tapi gue punya kewajiban, dimana itu (seharusnya) lebih penting daripada hak gue untuk hura-hura. Jadi, berhubung nilai semester 1 ini bisa dipastikan kebakaran sampe hangus, semester 2 nanti gue bakal berusaha lebiiiiiih baik, menghindari godaan-godaan setan yang bertiup, dan akan berusaha untuk menggapai semua target gue.

2 hari gue bolos itu, gue me-review kembali sekitar 10 bulan ini. 10 bulan yang isinya sangat padat. Padat, padat oleh kamu sepertinya. Dimana sampai minggu lalu, perasaan gue sendiri masih tidak jelas. Menyesalkah gue? Tapi jawabannya gue temukan saat gue duduk di balkon rumah gue sore-sore, dimana iPod gue memutar lagu-lagu favorit gue.

Gue tidak menyesal untuk keputusan-keputusan gue beberapa bulan yang lalu. Untuk mengakhiri suatu hubungan. Untuk memilih akan bersama siapa. Untuk memilih akan menjalani yang mana. Untuk tidak setengah-setengah dalam suatu hubungan. Yang pada akhirnya, adalah supaya gue menjadi jauh, jauh, jauh lebih baik lagi.

Dan gue tidak menyesal akan keputusan gue itu. Gue siap menghadapi segala konsekuensinya, dan sekaligus, membuka hati gue untuk hal-hal baru, dan mungkin, seseorang yang baru.

And the point is : I found a new crush!!!!!!!!!!!

1 COMMENT

  1. CIEHH… i love the post, mel (: good to know good to know. i've never been a 'rebelious' student in that way. i've always been a goodie too shoe kind of student who always do her homework and all assignment neatly. but reading your post makes me kinda.. understands what my classmates feel rite now, welcoming the rush of finals.

    and yaoloh, it's been a while banget since we curhat"an. cerita" dongg. siapanihh? be waiting yaa on msn/ym. 😀

  2. gue juga pernah ngalamin seperti itu.. yg penting kita bisa berubah dengan kelalaian kita di masa lalu, dan terus belajar deh haha.. lagipula perjalanan masih panjang masih banyak lagi waktu buat berbenah..

    eh liburan liburan!!! jalan2 lagi yukk :p

  3. semua orang pernah koq disaat seperti itu. dan kayaknya kelas 1 sma sama ya bagi kebanyakan orang. mungkin kita butuh kesenangan setelah melalui 3 smp yg bikin stress itu. tapi klo dah memutuskan semester 1 dah cukup leyeh2nya, ayo semester 2 bangkint lagi.. hihi. semangat!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here